Showing posts with label sakit. Show all posts
Showing posts with label sakit. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

Obat Penghilang Rasa Sakit Bahayakan Lambung


TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dr.Masrul Lubis,SpPD, dari Divisi Gastroenteritis Hepatologi RSUD Adam Malik Medan menegaskan konsumsi atau penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berlebihan dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius. Terutama berbahaya bagi lambung, yakni menyebabkan pendarahan lambung atau gastritis.
"Gastritis dapat disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol, penggunaan obat-obat anti peradangan nonsteroid jangka panjang (NSAIDs) seperti aspirin atau ibuprofen,"ujar Masrul
Gejala-gejala yang paling sering muncul akibat gastritis adalah gangguan atau sakit perut. Seperti sulit bersendawa, perut kembung,mual dan muntah, atau suatu perasaan penuh atau terbakar di perut bagian atas.
"Tak jarang pula, tinja menjadi hitam. Itu menggambarkan pendarahan lambung yang mungkin mengindikasikan suatu persoalan yang serius yang memerlukan perhatian medis yang segera,"katanya.



Wednesday, November 23, 2011

Demam Saat Sakit Tanda Tubuh Memerangi Infeksi


TRIBUNNEWS.COM - Pernah dengar mitos tentang demam, yakni demam yang terjadi saat kita sakit akan melemahkan sistem kekebalan tubuh? Mitos itu jelas keliru. Justru demam membantu sistem imun tubuh memerangi infeksi.
Demam membantu tubuh dengan dua cara. Pertama, semakin tinggi suhu, sel-sel tubuh justru lebih cepat bereaksi, termasuk yang bertugas memerangi penyakit. Dengan demikian, sel-sel tersebut cepat merespon kuman yang menyerang. Kedua, saat suhu tubuh tinggi, semakin sulit bagi kuman untuk bereproduksi dan bertambah banyak.
Karena itu, banyak ahli yang tidak setuju jika demam diobati. Namun, menurut WebMD, sebaiknya segera menghubungi dokter jika mendapati demam dengan sebab tak jelas pada anak-anak dan bayi. Selain itu, orang dewasa yang demam selama tiga hari dengan suhu lebih tinggi dari 39 derajat Celsius, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2011/11/23/demam-saat-sakit-tanda-tubuh-memerangi-infeksi




Monday, October 10, 2011

Sakit Tenggorokan dan Suara Anda Serak? Waspada Difteri


TRIBUNNEWS.COM - Penyakit Difteri dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Timur. Sejak Januari hingga sekarang, ada 328 orang yang terkena difteri di provinsi ini.. Sebagian besar adalah anak-anak. Dari jumlah itu, 11 orang meninggal dunia.

Sakit tenggorokan

Apa dan bagaimana difteri menyerang? MayoClinic mengupasnya.
Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas.
 Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat fatal dan berujung pada kematian.
Tanda dan gejala difteri meliputi, sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher, dan terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel, sulit bernapas atau napas cepat, demam, dan menggigil.
Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi. Orang yang terinfeksi C. Diphtheria seringkali tidak merasakan sesuatu atau tidak ada tanda-tanda dan gejala sama sekali.
Orang yang terinfeksi namun tidak menyadarinya dikenal sebagai carier (pembawa) difteri. Sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia, baik sebagai penderita maupun sebagai carier.
Tipe kedua dari difteri dapat mempengaruhi kulit, menyebabkan nyeri kemerahan, dan bengkak yang khas terkait dengan infeksi bakteri kulit lainnya. Sementara itu pada kasus yang jarang, infeksi difteri juga mempengaruhi mata.