Showing posts with label bahaya. Show all posts
Showing posts with label bahaya. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

Obat Penghilang Rasa Sakit Bahayakan Lambung


TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dr.Masrul Lubis,SpPD, dari Divisi Gastroenteritis Hepatologi RSUD Adam Malik Medan menegaskan konsumsi atau penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berlebihan dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius. Terutama berbahaya bagi lambung, yakni menyebabkan pendarahan lambung atau gastritis.
"Gastritis dapat disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol, penggunaan obat-obat anti peradangan nonsteroid jangka panjang (NSAIDs) seperti aspirin atau ibuprofen,"ujar Masrul
Gejala-gejala yang paling sering muncul akibat gastritis adalah gangguan atau sakit perut. Seperti sulit bersendawa, perut kembung,mual dan muntah, atau suatu perasaan penuh atau terbakar di perut bagian atas.
"Tak jarang pula, tinja menjadi hitam. Itu menggambarkan pendarahan lambung yang mungkin mengindikasikan suatu persoalan yang serius yang memerlukan perhatian medis yang segera,"katanya.



Wednesday, November 30, 2011

Awas! Nonton TV Lebih Berbahaya Bagi Anak


TRIBUNNEWS.COM - Bagi anak-anak, menonton TV lebih berbahaya bagi kesehatan mereka dibandingkan dengan duduk di depan komputer.

Awas! Nonton TV Lebih Berbahaya Bagi Anak
Anak-anak yang terlalu sering menonton televisi berisiko akan memberi efek negatif pada mental sang anak.

Anak-anak yang menonton TV dengan lama empat jam atau lebih per harinya akan 2,5 kali lebih berisiko terkena serangan jantung dan diabetes dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan waktu kurang dari sejam menonton TV sehari. Anak yang menonton lebih dari 4 jam akan memiliki tekanan darah yang tinggi dan ukurang pinggang yang lebih besar.
Salah satu alasannya adalah relaksasi di depan TV entah bagaimana membakar kalori lebih sedikit dibandingkan dengan duduk di depan komputer. Bisa juga karna sambil menonton melakukan aktivitas yang tak sehat, seperti ngemil. Hal itu jarang terjadi saat di depan komputer.
Hasil ini menambah perbendaharaan sisi negatif menonton TV. Tahun 2008 sebuah penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa menonton TV memiliki kaitan dengan risiko tinggi obesitas dibandingkan dengan main komputer atau video game bagi anak-anak.
Dalam penelitian baru ini, peneliti dari Universitas Queen di Ontario, Kanada, mengolah informasi dari sekitar 2.500 anak-anak umur 6 sampai 19 tahun. Aktivitas fisik anak-anak diukur secara berkelanjutan menggunakan akseleromotor, yang alatnya dipasang di tubuh anak sehingga mendeteksi setiap gerakan. Mereka juga mengukur parameter-paramater penting lainnya, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar waktu yang mereka gunakan di depan TV dan layar lainnya.
Para peneliti menyarankan kepada orangtua untuk membatasi waktu menonton TV dan mengajak anak untuk lebih banyak beraktivitas.



Thursday, November 24, 2011

Minuman Penambah Energi Berbahaya untuk Tubuh?

SEATTLE - Minuman penambah energi biasanya menjadi solusi saat tubuh terasa letih dan kurang bertenaga, tapi apakah minuman ini benar-benar aman untuk tubuh?

detail berita
ilustrasi (foto : Banana)

Dilansir melalui Redorbit, Minggu (20/11/2011), Lola O'Rourke, seorang ahli gizi bertempat tinggal di Seattle mengatakan bahwa minuman energi yang menjanjikan peningkatan ketahanan dan kejernihan mental seringkali mengandung zat stimulan, dinilai bisa berbahaya bagi tubuh.

Minuman elektrolit seperti Gatorade dan Powerade mengisi ulang energi tubuh lewat proses penggantian zat-zat yang digunakan otot saat bergerak. Minuman ini dibuat untuk atlet yang ingin memulihkan tubuhnya setelah aktivitas fisik berat. Sedangkan minuman penambah energi, umumnya mengandung zat stimulan legal seperti caffeine, karbohidrat, herbal, dan kadang-kadang mengandung gula.

Minuman elektrolit umumnya mengandung gula, air, dan elektrolit (termasuk sodium, potasium, fosfat, kalsium, dan magnesium). Untuk minuman elektrolit ini sebaiknya memilih yang kadar gulanya rendah. Sedangkan untuk minuman penambah energi, sebaiknya memilih yang kadar kafeinnya rendah, serta jangan lupa untuk mencari tahu bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatannya.

Atlet level tinggi yang biasanya melakukan latihan berat, memang dapat memperoleh manfaat dari minuman pengganti elektrolit. Namun atlet biasa dan konsumen umumnya tidak memerlukan secara berlebihan.

Ini berkaitan dengan risiko yang bisa terjadi. Atlet yang terlalu mengandalkan minuman untuk olah raga bisa mengalami overdosis dan mengganggu keseimbangan elektrolit tubuhnya.

Risiko minuman penambah tenaga lebih berbahaya lagi. O'Rourke mengatakan, "Kombinasi antara kelebihan caffeine dan herbal yang belum banyak diketahui bisa menimbulkan penyakit."

Caffeine dapat mengurangi kadar kalsium di tulang. Selain itu mencampur minuman energy dengan minuman beralkohol dapat menimbulkan gangguan jantung.

Menurut O'Rourke, jalan paling aman untuk tetap bertenaga adalah,"Diet yang seimbang antara air, makanan berserat, buah yang mengandung antioksidan, dan protein akan memberi nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap terjaga dan bertenaga." (tyo)


Sumber : http://techno.okezone.com/read/2011/11/20/92/531850/minuman-penambah-energi-berbahaya-untuk-tubuh




Thursday, November 17, 2011

Terlalu Banyak Vitamin D Dapat Membahayakan Jantung

Utah, Ketika dikaitkan dengan jantung, vitamin D dapat menjadi pedang bermata dua. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan masalah pada jantung. Tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa, kadar vitamin D yang lebih tinggi dari normal dapat menyebabkan jantung berdetak dengan sangat cepat dan keluar dari ritme.

(Foto: thinkstock

Kondisi tersebut merupakan suatu kondisi yang disebut sebagai atrial fibrilasi. Hasil penelitian tersebut telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan dari American Heart Association (AHA).

Penelitian tersebut, telah melibatkan 132.000 pasien di Utah based medical center. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa risiko atrial fibrilasi melonjak hampir 3 kali lipat bila kadar vitamin D terlalu tinggi.

"Kebanyakan orang mendapatkan kebutuhan vitamin D sehari-hari mereka dari sinar matahari. Tetapi pada penduduk yang tinggal pada daerah yang tidak selalu mendapatkan sinar matahari yang cukup, sering dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D untuk melindungi tulang dan jantung," kata Dr. Jared Bunch, direktur penelitian elektrofisiologi di Intermountain Medical Center in Murray, Utah seperti dilansir dari MSNHealth, Jumat (18/11/2011).

Namun, karena semua orang menyerap suplemen tersebut dengan kadar yang berbeda. Maka kadar vitamin D dalam darah perlu diuji untuk memastikan mereka berada dalam kisaran yang aman. Tingginya kadar vitamin D hanya terjadi ketika orang mengonsumsi suplemen.

"Karena konsumen menganggap suplemen yang dijual bebas telah aman. Konsumen mungkin tidak menyadari bahaya mengonsumsi terlalu banyak vitamin D. Orang-orang memandang suplementasi vitamin D sebagai terapi alami untuk mengobati berbagai macam penyakit dan sebagai sarana pencegahan penyakit," jelas Dr. Bunch.

Kisaran normal untuk konsumsi vitamin D adalah 41-80 nanogram per desiliter (ng/dl). Pasien dalam penelitian tersebut yang berisiko gangguan jantung telah menunjukkan memiliki kadar vitamin D yang berlebihan, yaitu di atas 100 ng/dl.

Menurut National Institutes of Health, asupan harian vitamin D yang direkomendasikan untuk orang-orang dengan usia 1-70 tahun adalah 600 unit IU. Rekomendasi tersebut dibuat berdasarkan jumlah yang cukup untuk kesehatan tulang.

Ada beberapa sumber makanan alami untuk vitamin D, antara lain:
1. Ikan tuna
2. Ikan salmon
3. Keju
4. Kuning telor

Sebagai contoh, 3 ons ikan salmon yang dimasak mengandung 447 IU vitamin D per porsi. Daftar lengkap makanan yang mengandung vitamin D juga telah banyak tersedia.

"Saran bagi orang yang baru didiagnosa dengan atrial fibrilasi dan mengonsumsi suplemen vitamin D adalah untuk memastikan dokter telah memeriksa kadar vitamin D dalam darah mereka. Kadar vitamin D dalam darah yang terlalu tinggi, diduga memiliki efek pada irama jantung reversibel," kata Dr. Bunch.


Sumber : 
 http://www.detikhealth.com/read/2011/11/18/103324/1769991/763/terlalu-banyak-vitamin-d-dapat-membahayakan-jantung?l991101755